Langsung ke konten utama

Puncak Gede 2958 mdpl

06-Juni-2014
Sore ini berangkat, tapi di hari H belum pula lah aku beresin packing, dikarenakan belum punya keril yang mau dibawa. Sebenernya udah dapet pinjeman sih, dari Pak Iip GAAM, tapi itu keril volume 80 liter, bisa amat sangat dibayangkan tubuh imut ini harus menggendong keril segede 80 l ? Yap, berat ngga, karena emang bakalan kosong ntah mau dipenuhin sama apa, yang ada heboh dan rempongnya doang bakalan.
Setelah berusaha sana-sini cari pinjeman lagi, Alhamdulillah emang rezeki ga kemana, akhirnya malemnya baru kepikiran ngehubungin aby dan ternyata dia punya tapi lagi dipinjem, tapi temennya juga punya dan lagi nganggur, dan akhirnya dipinjemin. MasyaAllah, rezeki emang. Dan jam istirahat kantor pun tanpa pikir panjang lebar lagi langsung caw go to DU ngambil itu tas di aby yang udah dititipin ke tempat fotokopi Dinamika.
Dapetlah itu tas, langsunglah aku berkemas.
Bari jeung teu teurang kumaha cara nu bener macking keril, baelah, yang penting bawaan masuk.
Jam 4 sore, saatnya ijin kantor, and go!
Balik kosan dulu mandi (karna mikir ga akan bisa mandi sampe 2 hari kedepan), beresin packingan lagi, and caw.
Jam 5 baru berangkat dari kosan, karena rencana magrib ngumpul di leuwi panjang.
ini ceritanya, bahkan bekas cacar 2 minggu yang lau itu saja belum beres bersih di badan, udah berani-beraninya naik gunung.
pesan teh harini : “sing selamat, pulang utuh ya, jangan Senin ijin lagi ya, sudah cukup potong gaji sakit seminggu kemarinnya” ditambah lagi Senin jam 9.30 ada meeting bahas Analisis resiko laporan bulanan departemen ku, hueeek


07-Juni-2014

Bener kata hilman, saat belum nyampe dan lagi capek-capek nya Ajeng nanya: “kaok ga naik gunung? kira-kira pengen lagi ga?”. Yaps, bisa dibayangkan, dia bertanya itu saat peluh sedang bercucuran mengalir di tubuh, saat urat-urat kaki terasa terikat baja, saat lutut terasa seperti kaitan baja yang kehilangan baut dan murnya.
and hilman said: “kalo jawab sekarang pasti jawabannya pasti akan bilang kapok karena capeknya, tapi ntar setelah sampe atas, setelah udah turun lagi, baru berasa nagihnya”
And real, its happened to me,
Pikiran kepengen lagi itu ada banget pas turun, lebih asik dari ngedaki, lebih cepet kaki bisa melangkah, ditambah pemandangan yang tadinya tak terlihat karena dakian malam itu, luarr biasa, langsung tek, kepikiran asli harus banget nyoba lagi. Padahal saat yang sama juga masih mikirin perjalanan yang masih amat panjang untuk menuju kebawah.
Dengan tekad gede, bertekad pas jalan turun ini ga boleh banyak berenti, niatin maksimal 3x berenti untuk istirahat cukuplah. Tapi karena ada hal yang tidak diinginkan, baru 1x istirahat, ternyata 2x udah berhenti lagi gegara kaki kepelitek (apa ini ya bahasa indonesia nya? yaa semacam terkilir kecil lah), sedangkan perjalanan masih jauh. Karena hal tak diinginkan itu datang, jadi nambah toleransi istirahat, oke fix, kali ini ga boleh lebih dari 5 kali berhenti istirahat.
Dan, Alhamdulillah, oke banget, 4 jam perjalanan turun, 5x istirahat (3x istirahat capek, 2x kepelitik itu). Cukup oke laaah ( i think)

Tiada kata terus terucap saat perjalanan, “Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim” lafadz tasbih, tahmid dan takbir terus harus melintas di otak. Krena paham, amat sangat percaya, tanpa kekuatan dan ijin dari Allah, ga akan bisa sampai di puncak sana.
Alhamdulillah, dengan istirahat yang berkali-kali ntah berapakali berhenti karena kaki ini yang belum terbiasa melangkah tinggi dan panjang, akhirnya setelah 6 jam perjalanan kami smapai di Kandang Badak tempat kami bermalam.
Hilman dan Yanyan para pendaki super yang bisa lari dan jalan cepet saat mendaki itu jalan duluan untuk cari tempat buat diriin tenda, berharap saat sampai, udah ada tenda, dan bisa langsung selonjoran disana, daaan luarrr biasa, bener aja, sampai sana, dan tenda udah ada.

doa yang selalu dipanjatkan adalah: semoga bisa naik dan turun sampai kembali berkatifitas lagi dengan selamat, banyak pelajaran yang bisa didapat, bisa jaga diri, dan prinsip banget Jangan sampe nyusahin orang (pesan teh anney).
oke fix, sesuai kata-kata pepatah “saat kita tidak bisa memberikan yang terbaik, setidaknya jangan sampai kita menyusahkan orang lain”.
Banyak makna dari daki gunung.
Sabar, sabar menelusuri perjalanan yang begitu panjang
Dengan tujuan yang sama, jarak tempuh yang sama, tapi bisa beda waktunya.
Cuma waktu yang membedakan, tapi pada akhirnya semua akan sampai pada tujuan yang sama.
tapi karena cara, pengalaman, pengorbanan yang berbeda, itu menentukan waktu tempuh.
untuk dapat memegang bendera ini saja perlu perjalanan panjang untuk merasakan kepuasannya, belajar dari ini, betapa panjang perjalanan dan pengorbanan yang harus dijalani untuk bisa memegang indahnya kehidupan di akhirat kelak?
kuasa Allah kaki yang tak biasa melangkah jauh ini bisa melangkah sejauh itu,
kuasa Allah saat bisa merasakan dinginnya angin diatas puncak sana
kuasa Allah saat bisa menatap secara langsung dengan mata kepala sendiri keindahan ciptaan Allah, hutan, pepohonan rindang, aliran air, tingginya gunung, kawah dari atas gunung, kehidupan di atas sana.
pesan terakhir dari Yanyan :”kalo mau naik gunung, jangan lupa olahraga, ga Cuma mau naik gunung aja sih, tapi hari-hari biasa juga”


Personil

  • Cep Kiki : ini orang penggagas daki kita kali ini, dari awal daki dia udah keram-keram kaki, dan itu tidak juga berhenti sampai akhir kita mau turun, alhasil saat naik baru sampai lewat air terjun panas, dia udah ga sanggup bawa kerilnya, bahkan berjalan pun harus nyeret-nyeret kaki, dan iqbal sang sahabat yang menemaninya saat itulah yang harus menuntunnya sambil bawa double kerilnya. Pas jalan turun, dia ga peduliin kita yang dibelakang lagi, karena mikirin diri sendiri yang susah jalan dan daripada ngerepotin orang lain, dia melesat jalan duluan dengan bawa tongkat dan nyeret-nyeret kaki berusaha untuk jalan dan sampe duluan.
  • Yanyan : Pendidikan Ekonomi UPI 09, si orang yang nampaknya udah expert ngedaki ini temen kecilnya Cep Kiki, amit-amit cepetnya jalannya dia, katanya waktu tempuh kita saat itu sebenernya dia bisa ngejalanin setengah waktunya kalo dia jalan sama temen2 jalannya biasa. Orang ini ready banget deh dengan segala persiapan kempingnya, alat-alat kemping semua dia punya. Masak, ngeliwet, semua dia yang hajar. Kadang dia jalan dibelakang aku, cukup mengayomi, tapi mungkin kalo lagi ga sabaran dia melesat duluan, dan tiba-tiba udah lagi istirahat lama didepan sana.
  • Hilman : ini cepetnya juga sama aja kayak yanyan, padahal dia bawa keril gede, bawa tenda pula. Ini orang dari Jogja sengajain ikut rombongan ini.
  • Iqbal : ini orang temen kuliahnya cep kiki, Statistika Unpad 09, diem aja, jadi aja jadi bahan bulyy-an temen2nya terus. Pulangnya dia bawa 2 tenda, 1 dalam tasnya, 1 ditenteng akibat hilman ga bener packingnya, akhirnya 1 tenda ga masuk dikerilnya.
  • Dadieh : Biologi Unpad 09, rame, jalan paling depan, penujuk jalan juga, macam ustadz, ngomonganya pake hadits dan dalil mulu
  • Agis : Matematika Unpad 09, kocak, banyak gaya, rame, ini orang kebagian bagian belakang terus, tepatnya belakang aku, dan dia kudu bersabar mengikuti langkahku yang pelan dan banyak istirahatnya, mungkin sebenernya bisa jadi dia juga ga sabaran kali ya untuk mengikuti jejak langkah yang lambat ini, namun apa daya. Terlihat kalo aku udah mulai pelan dia nyemangatin, “ayoo nggi, semangat, coba sambil ngitung, biar ga berasa, biar fokusnya di ngitung”, pernah juga bilang, “kayaknya istirahatnya ga lebih setiap 7 menit”
  •  Neneng : amiiit, padahal katanya ini kali keduanya sih dia daki setelah manglayang, tapi melesatnya bisa nyamain sama cowok-cowok itu, nampak tak ada capeknya
  • Ajeng: mbak yang satu ini yang ngajakin, ini juga kali keduanya dia daki setelah lawu, dan dia bisa ngikutin si cowok-cowok itu juga.
ini judulnya si aku doang yang pertama kali daki, alhasil bisa dilihat, aku tak bisa mengikuti speed mereka, banyak istirahat, dan wah lah pokoknya.
neneng dan ajeng aja yang katanya baru 2x ngedaki bisa ngikutin speednya gitu, dari situ aku berkesimpulan, dan jadi penasaran nyoba lagi, mungkin untuk yang kedua kali aku bisa lebih kuat, lebih ga banyak diit-dikit istirahatnya.


it is not about Just Bromo or Sikunir, its the real mountain summit.
Terimakasih Allah.

Komentar

Anonim mengatakan…
*aaaaargghhh silau orange nyaaa ><

wkwkwk lucu juga apa yang dirimu rasakan terhadap perjalanan kita.

#AyoNaikGunungLagi~~

Postingan populer dari blog ini

Chance and Challenge

Inilah Foto Piala Bergilir Piala Mahkamah Agung. Piala ini masih ada di kampus kami, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Rebut piala ini dari kami kawan-kawan ! Tantangan ada di depan mata, berkompetisilah di LKTM MA 2012 yang akan diadakan di Makassar pada bulan Mei mendatang. Tantangan akan ada dari Fakultas Hukum seluruh Indonesia dan buktikanlah bahwa Universitasmu adalah yang terbaik dengan ide-ide dan solusi-solusi yang paling hebat untuk Indonesia yang maju ke depannya. Sekali lagi kawan-kawan, rebut piala ini dari kami ! sumber :  http://lktmma2012-lp2ki.blogspot.com/ beuuuuh, nantangin pisan yeuuh, hajarrrr !!!! FH UNPAD will get it ! I WILL GET IT !!!!! percayalah pada diri dengan harapan dan keyakinan !
CARA MENINGGIKAN BADAN DALAM 3 MINGGU! TINGGI SAYA NAIK 10cm Di Thread ini anda akan mendapatkan cara meninggikan badan dengan cara Stretching/Pelenturan tubuh & tambahan lainnya. Peraturan: 1. Saya sarankan lakukan semua gerakan di atas kasur atau lantai yang empuk, karena setiap gerakan beresiko tidak kuat dan jatuh. 2. TIDAK ADA BATASAN UMUR UNTUK MENCOBA GERAKAN INI! Tapi, saya sarankan usia Maksimal adalah umur 28 tahun. Sedikit lebih dari itu tidak apa-apa, asalkan ingat umur. 3. Setiap gerakan cukup di lakukan 1x saja. Jadi, setelah istirahat langsung ganti gerakan. 4. Setiap gerakan ada aturan berapa detik anda menahan gerakan. Jika tidak kuat, lakukan dengan aturan detik paling kecil. 5. Resiko di tanggung penumpang. Contoh resiko: Otot perut sakit, Otot tangan sakit, & Tulang punggung sakit. Tapi tenang, itu semua wajar. 6. Laksanakan semua cara di Thread ini jika anda benar-benar punya waktu luang untuk menambah tinggi badan anda. 7. Up 2 u. Cara Maksimal...

Perjalanan dan Pelajaran

          SALING MENASEHATI DALAM KEBENARAN Banyak hal-hal kecil yang sebenernya menurut sebagian orang itu hal sepele dan biasa.  Tapi tidak untuk kami, jika itu hal yang prinsip, karna itulah gunanya teman.  Teman yang sholeh-sholehah yang selalu mengingatkan dan menasehati dalam kebaikan. Di setiap perjalanan, pasti selalu ada cerita. Bukan hanya tentang indahnya destinasi bukan hanya tentang jauhnya perjalanan, tapi juga tentang serunya teman jalan. Banyak kepala banyak ide,  beda kepala beda tingkah,  banyak pribadi banyak keseruan tercurahkan. Bukan cuma berbagi keseruan, tapi juga berbagi dan mengingatkan kebaikan. Itu lah kenapa bukan hanya soal jodoh yang kita harus pilih-pilih,  teman jalan pun harus pilih-pilih.  Pilih yang saat bersamanya selalu mendatangkan kebaikan,  untuk diri sendiri dan untuk sekitar. Karna itu lah juga hai kalian,  aku tak kuasa untuk menolak segala ajakan kalian,...